Seorang pemuda yang cukup cerdas baru saja dipanggil untuk interview di sebuah perusahaan asing. Berikut adalah dialog antara pemuda tersebut dengan interviewernya
Pemuda : Selamat pagi Pak.
Interviewer : Selamat pagi. Silahkan duduk!
Pemuda : terima kasih Pak.
Interviewer : Saya lihat dari CV kamu. kamu ini lulusan Fisika ya?
Pemuda : Benar Pak, saya lulusan Fisika Universitas Kefisikaan.
Interviewer : Kalau begitu tolong anda sebutkan bagaimana cara mengukur tinggi gedung ini menggunakan barometer?
Pemuda : Mudah Pak, kita letakkan barometer di atas gedung ini, kemudian kita ukur tekanannya. kita bandingkan dengan tekanan normal dan kita hitung sesuai rumus tekanan udara untuk tempat tinggi.
Interviewer : Itu cara yang kuno. ada cara lain?
Pemuda : (diam sejenak kemudian menjawab) begini Pak. Kita letakkan barometer di tempat yang terkena cahaya matahari, kemudian kita ukur bayangannya. pada saat yang sama kita ukur panjang bayangan gedung, maka secara perbandingan kita bisa mendapatkan tinggi gedung ini.
Interviewer : itu terlalu mudah, ada cara lain.
Pemuda : ada pak, kita pasang tali di barometer tersebut kemudian kita ayunkan dengan bentukan osilator sederhana...
Interviewer : Ah terlalu ribet. cara lain!
Pemuda : (muali kesal) Ada Pak, dan saya yakin akan sangat efisien cara ini.
Interviewer : Benarkah, cara apa itu?
Pemuda :Begini Pak, Bapak berdiri di luar gedung tepat di bawah gedung. Dari atas saya jatuhkan barometer yang cukup berat ini. Besok pagi suruh istri Bapak membaca koran. Pasti akan ada bertuliskan bertuliskan Seorang Manager HRD mengalami luka-luka setelah tertimpa barometer seberat 3 kg dari sebuah gedung berketinggian 34 m.
Interviewer : (Dengan kesal dan berdiri) KAMU SAYA TOLAK!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar